VW88, Kazuhiko Torishima adalah  editor Akira Toriyama dalam paruh pertama manga Dragon Ball. Kini, ia adalah direktur representatif penerbit Hakusensha, dan tahu-tahu ia ditanya tentang Dragon Ball Evolution.

Kisahnya terjadi pada tanggal April 23 lalu. Waktu itu Torishima sedang membuka sesi tanya jawab dalam kuliahnya di Bunka Gakuen University di Tokyo. Salah satu pertanyaan tersebut datang dari penonton, yang penasaran tentang film live actiontersebut di mata sang editor.



“Bagaimana menurutmu tentang Dragon Ball Evolution?”

“FILM Itu adalah kegagalan terbesarku dalam hal adaptasi layar lebar,” jawab Torishima. Beliau menjelaskan, setelah film tersebut gagal ia berbicara dengan pengacara yang tidak asing tentang adaptasi film.

Shueisha menyimpulkan bahwa mereka harus membayar uang, untuk bisa bicara tentang bagaimana film tersebut digarap. Dari yang ia dengar, investasinya kurang lebih sebesar 5 miliar Yen (kurang lebih 657 miliar Rupiah).

Namun, kata Torishima jumlah itu adalah kurang lebih 60-70 persen keuntungan Shueisha pada waktu itu, makanya mereka tidak siap untuk membayar uang sebanyak itu. “Kalau tahu dari apa yang aku tahu tentang Hollywood saat ini, aku mungkin berkata, ‘bayar 5 miliar. Gantinya, aku ingin hak distribusi ke Asia. Aku yakin uangmu akan kembali,” ujarnya.

Akira Toriyama sendiri dahulu juga kecewa terhadap Dragon Ball Evolution dalam opininya di sini:

“Di dalam diriku, Dragon Ball adalah masa lalu. Namun kemudian aku tersinggung dengan film live action-nya, merevisi naskah untuk film anime-nya, dan komplain tentang kualitas TV anime tersebut. Menurutku, di satu titik ia (Dragon Ball) menjadi karya yang sangat kusukai sampai-sampai tidak bisa kutinggal sendiri.”
Share To:

Post A Comment: