Agen Slot, Meskipun dikenal sebagai seorang karakter antagonis, tetapi Pain cukup berjasa demi kebaikan, lho! Kira-kira apa saja yah?



Meskipun dikenal sebagai seorang karakter antagonis, tetapi Pain cukup berjasa demi kebaikan, lho! Kira-kira apa saja ya?
Pain, atau karakter yang memiliki nama asli Nagato, merupakan karakter jahat yang diperkenalkan dalam serial Naruto. Karakter yang satu ini sejatinya bukanlah orang jahat, tetapi karena ulah Kim Jong-Un Hanzo (dan dibantu oleh Danzo) yang membunuh Yahiko dan sahabat-sahabatnya di Akatsuki, Nagato berubah haluan menjadi ekstrem.


Setelah kejadian yang melibatkan dua ninja Zo-dan-Zo tersebut, Nagato sebagai Pain pun mulai melakukan perombakan dalam sistem organisasi Akatsuki. Banyak gerakan-gerakan ekstrem yang dia lakukan, seperti: membunuh, menculik, melakukan pemberontakan, dan masih banyak lagi.


Meskipun begitu, tetapi Pain ini juga memiliki cukup banyak jasa baik dalam serial Naruto, lho! Apa sajakah itu? Berikut ini adalah jasa Pain yang jarang disadari oleh fans.


1.Menciptakan sebuah desa yang damai


Pain berkuasa di Amegakure, sebuah desa yang terhimpit oleh lima negara besar dan sering menjadi lokasi peperangan di antara kelima negara tersebut. Sebelum Pain berkuasa, Hanzo menjadi salah satu ninja bengis yang menguasai desa tersebut.

Nah, desa yang hampir selalu dilanda hujan setiap harinya ini bisa dibilang cukup sengsara ketika Hanzo berkuasa. Penduduk pun bisa dibilang tidak menyukai ninja yang satu ini. Hal itu terlihat ketika Pain berhasil menggulingkan pemerintahan Hanzo. Pain pun dianggap sebagai sosok pahlawan.


Tidak hanya sebagai pahlawan, Pain juga dipuja sebagai seorang dewa. Dia berhasil menciptakan sebuah desa yang sangat aman, bahkan dari campur tangan luar desa (bisa dilihat bagaimana Jiraiya kesulitan untuk menyusup ke dalam Amegakure).

Ya, meskipun jahat, tetapi Pain setidaknya berjasa dalam menciptakan sebuah desa yang aman.


2.Membuat Naruto menjadi lebih dewasa


Jika Pain tidak membunuh Jiraiya, atau menyerang Konoha, mungkin sifat Naruto tidak akan menjadi lebih dewasa seperti sekarang ini. Melalui pertemuannya dengan Pain, Naruto akhirnya tahu bagaimana cara untuk meruntuhkan rantai kebencian yang selama ini menjadi ‘penyakit’ bagi para ninja.

Ya, dengan berdialog bersama Pain, Naruto pun akhirnya sadar bahwa hanya dengan ‘memaafkan’-lah, rantai kebencian bisa dimusnahkan.

Selain itu, Naruto pun berhasil menyempurnakan jutsu terkuat yang selama ini selalu dia asah: Khotbah no Jutsu.


3.Menghidupkan kembali para penduduk desa Konoha



Yang satu ini agak rumit, karena meskipun Pain menghidupkan kembali para penduduk desa Konoha, tetapi dia jugalah orang yang sebelumnya membunuh mereka semua. Ini seperti kamu sengaja memakan ayam KAEFCI campur t*lak angin.

Oke, perumpaan di atas terlalu maksa.

Intinya, bisakah perbuatan Nagato ini disebut sebuah jasa?

Sebenarnya, bisa kita katakan kalau perbuatan karakter edgy mirip Ken Kaneki adalah sebuah perbuatan yang bertanggung jawab. Dia yang bersalah, maka dia akan berusaha untuk membenarkannya.


Tentu saja, jasa yang satu ini masih berhubungan dengan nomor sebelumnya. Coba pikir kembali, jika Pain tidak menghidupkan kembali para penduduk Konoha setelah terkena “Naruto Teguh Golden Ways” (Khotbah no Jutsu, red.), mungkin Naruto—setelah panjang lebar berbicara mengenai ‘saling memaafkan’ untuk menghancurkan rantai kebencian—tetap akan berperilaku menyimpang.


4.Menjadikan Naruto sosok pahlawan desa


Masih mbulet dengan jasa-jasa sebelumnya, bisa dibilang Pain adalah karkater yang secara tidak langsung membuat Naruto menjadi sosok pahlawan desa. Ya, selama penyerangannya dalam kisah arc yang paling sulit dibuat oleh Masashi Kishimoto, Pain menjadi sosok yang overpowered layaknya Kirito.

Tidak ada satupun ninja Konoha yang mampu berhadapan dengan pengguna Rinnegan ini—kecuali Naruto. Meskipun Naruto sendiri kewalahan, tetapi dia berhasil memberikan perlawanan yang cukup sengit kepada Nagato. Heck, bahkan pertarungannya di versi anime dipanjang-panjangin seperti episode filler Naruto yang menghabiskan waktu setahun.

Yah, walaupun pertarungan antara Naruto vs Pain tidak buruk-buruk amat sih. ∇


Setelah berhasil mengalahkan Pain, Naruto pun menjadi sosok yang diterima oleh para ninja desa Konoha. Dia pun dielu-elukan sebagai seorang pahlawan. Kalau Nagato tidak menyerang desa Konoha, mungkin hal ini tidak bakalan terjadi.


5.Menunda kebangkitan Madara

jasa pain yang jarang diketahui fans menunda kebangkitan madara

Sebelumnya, saya menyebutkan bahwa Pain berjasa dalam menghidupkan kembali warga desa Konoha dengan Gedō — Rinne Tensei no Jutsu. Nah, mungkin sebagian dari kamu belum sadar, tetapi akibat tindakannya ini, kebangkitan Madara jadi tertunda, lho!

Pasalnya, Gedō — Rinne Tensei no Jutsu ini rencananya ingin digunakan untuk Madara untuk membangkitkan dirinya nanti. Akan tetapi, Pain sudah duluan menggunakan jutsu ini untuk menghidupkan Konoha. Kalau saja Madara bangkit lebih awal, sebelum perang dunia ninja, maka aliansi ninja tidak akan terbentuk.

Tentu saja, ini dengan asumsi bahwa Madara akan menggunakan Gedō — Rinne Tensei no Jutsu setelah Pain menghancurkan Konoha dan menangkap Naruto. Jika saja hal itu terjadi, maka mungkin rencana Madara bakalan berhasil.


6.Menyelamatkan kaum hawa dari godaan Jiraiya


Oke, yang satu ini mungkin agak kurang sopan dengan Jiraiya. Tetapi, petapa mesum yang tidak mengenakan ikat kepala Konoha karena beberapa alasan ini memang dikenal sebagai seorang laki-laki yang suka menggoda cewek.

Sudah suka menggoda cewek, kuat lagi. Coba bayangkan jika pacarmu (jika kamu punya) tiba-tiba digoda petapa genit. Kamu pasti bakalan marah dan hendak memukul sang sannin. Tapi sayangnya, kekuatanmu tidak bakalan cukup untuk menghajar Jiraiya.

Mungkin, kamu membutuhkan kekuatan sebesar Tsunade supaya bisa menghajar guru Naruto yang satu ini.


Share To:

Post A Comment: